Bondowoso — Puncak Pesona P28 Patirana yang berlokasi di Jl. Patirana, Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama perbukitan dengan suasana sejuk dan asri.
Keindahan alam yang masih alami menjadikan lokasi ini cocok sebagai tempat beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Bukit Seranding, Panorama Alam Menawan di Pujer Bondowoso
Dari puncak kawasan wisata ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan perbukitan hijau dan bentang alam khas Bondowoso.
Udara yang segar serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan yang ingin bersantai, menikmati alam, maupun mengabadikan momen dengan latar panorama terbuka.
Untuk berkunjung ke Puncak Pesona P28 Patirana, pengelola menetapkan tiket masuk yang terjangkau, berkisar Rp5.000–Rp10.000 per orang.
Sementara itu, biaya parkir umumnya dikenakan sekitar Rp2.000–Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil, yang dikelola oleh warga setempat.
Baca juga: Batu So’on, Pesona Wisata Alam Unik di Cermee Bondowoso
Jam operasional wisata ini biasanya dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.30 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi atau sore hari, saat cuaca lebih sejuk dan pemandangan terlihat semakin indah dengan cahaya matahari yang lembut.
Adapun tujuan wisatawan datang ke Puncak Pesona P28 Patirana antara lain untuk menikmati wisata alam, berburu foto lanskap, bersantai bersama keluarga atau teman, serta melepas penat.
Lokasi ini juga kerap dikunjungi oleh pecinta alam dan komunitas fotografi yang ingin mengeksplorasi keindahan alam Bondowoso dari ketinggian.
Baca juga: Puncak Scorpio, Spot Panorama Alam Favorit di Wringin Bondowoso
Dengan panorama yang menawan dan akses yang relatif mudah, Puncak Pesona P28 Patirana menjadi salah satu alternatif wisata alam yang patut dikunjungi saat berada di Bondowoso.
Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar keindahan alamnya dapat dinikmati secara berkelanjutan.(yov/red)
"Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yova Athobarani (Pelajar PPL SMKN 1 LUMAJANG)
Editor : Redaksi