Bojonegoro — Wisata Kayangan Api yang terletak di Desa Ngembul, Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan salah satu destinasi wisata unik yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Dikenal sebagai lokasi api abadi yang tak pernah padam, Kayangan Api menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Baca juga: Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Ruang Terbuka Favorit Warga dan Wisatawan
Kawasan wisata ini dikelilingi oleh hutan jati yang masih asri, menciptakan suasana sejuk dan alami. Api yang menyala dari celah tanah dipercaya telah ada sejak ratusan tahun lalu dan sering dikaitkan dengan kisah Kerajaan Majapahit.
Hingga kini, Kayangan Api kerap digunakan sebagai lokasi ritual budaya, pengambilan api untuk upacara adat, hingga kegiatan keagamaan tertentu.
Untuk berkunjung ke Kayangan Api, tiket masuk tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp7.500–Rp10.000 per orang.
Sementara itu, biaya parkir juga relatif murah, berkisar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil, dengan area parkir yang cukup luas dan aman bagi pengunjung.
Baca juga: Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo, Wisata Edukasi dan Petik Buah Andalan Bojonegoro
Jam operasional wisata Kayangan Api umumnya dibuka setiap hari selama 24 jam, namun waktu kunjungan yang paling direkomendasikan adalah pada pagi hingga sore hari demi kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Pada waktu tertentu, terutama saat ada agenda budaya, kawasan ini bisa menjadi lebih ramai dari biasanya.
Adapun tujuan wisatawan datang ke Kayangan Api antara lain untuk wisata edukasi dan sejarah, menyaksikan fenomena alam langka, melakukan kegiatan fotografi, hingga wisata spiritual dan budaya.
Baca juga: GoFun Entertainment Complex, Destinasi Hiburan Keluarga Favorit di Bojonegoro
Dengan keunikan api abadi yang berpadu dengan suasana alam dan nilai sejarah, Kayangan Api menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro yang patut dikunjungi.(yov/red)
"Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yova Athobarani (Pelajar PPL SMKN 1 LUMAJANG)
Editor : Redaksi