Wisata Religi

Pemkab Lumajang Bidik Ikon Baru: Kawasan Manasik Haji di JLT

Reporter : Indana Zulfa
Pemkab Lumajang Siapkan Kawasan Manasik Haji di JLT, Bidik Wisata Religi Edukatif

Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang merancang pembangunan kawasan manasik haji di kawasan Jalur Lintas Timur (JLT) sebagai bagian dari visi jangka menengah pengembangan wisata religi berbasis edukasi. Kawasan ini dirancang multifungsi, tidak hanya sebagai pusat latihan manasik bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar serta destinasi wisata religi baru di Lumajang.

 

Baca juga: Usai Diadukan ke Polisi, Oknum Kades Kecamatan Kunir Lumajang Menghilang

Rencana tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus peresmian Musala Al Hidayah dan jalan paving di Dusun Krajan RT 025 RW 008 Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Sabtu malam (24/1/2025).

 

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menjelaskan, saat ini pemerintah daerah masih berada pada tahap awal, yakni perencanaan desain dan penyiapan lahan. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum pembangunan fisik dimulai, mengingat skala proyek yang cukup besar.

 

“Tahun ini kami fokus pada perencanaan desain dan penyiapan lahan. Insyaallah, jika perencanaannya sudah matang, pembangunan fisik akan dimulai tahun depan,” ujar Bunda Indah.

 

Menurutnya, kawasan manasik haji tersebut akan dirancang sebagai miniatur pelaksanaan ibadah haji, lengkap dengan fasilitas edukasi yang representatif. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa sekolah agar dapat mengenal rukun dan tata cara haji sejak dini.

Baca juga: Kapolsek Kunir Buka Suara, Aduan Dugaan Perzinahan Oknum Kades Diproses

 

Bunda Indah menilai, keberadaan kawasan manasik haji memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan tiga aspek sekaligus, yakni religius, edukatif, dan ekonomi. Dari sisi keagamaan, kawasan ini akan memperkuat pembinaan ibadah. Dari sisi pendidikan, menjadi laboratorium pembelajaran ibadah bagi generasi muda. Sementara dari sisi ekonomi, pengembangan wisata religi diyakini mampu menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

 

“Ini bukan sekadar tempat latihan manasik, tetapi juga pusat edukasi dan wisata religi. Kami ingin masyarakat bisa belajar ibadah di daerah sendiri sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berbasis religi,” tegasnya.

Baca juga: Aduh, Oknum Kades di Kunir Diadukan ke Polsek Setempat

 

Lebih lanjut, Bunda Indah menyampaikan bahwa pengembangan wisata religi menjadi bagian dari strategi diversifikasi destinasi wisata di Lumajang. Selain wisata alam, pemerintah daerah mulai mendorong pengembangan destinasi berbasis nilai budaya dan spiritual yang memiliki daya tarik berkelanjutan.

 

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap, kawasan manasik haji di JLT nantinya dapat menjadi ikon baru wisata religi daerah sekaligus pusat pembinaan ibadah yang representatif. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan bertahap, proyek ini diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat, baik dari aspek keagamaan, pendidikan, maupun pertumbuhan ekonomi daerah (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru