LUMAJANG – Rasa cemburu diduga menjadi pemicu aksi seorang perempuan berinisial AA (25) yang menyerang suaminya, AF (24), saat sedang tertidur di rumah mereka di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.
Baca juga: Sempat Kabur Bawa Celurit, Perempuan di Lumajang yang Diduga Serang Suami Diamankan Warga
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, motif sementara dalam kasus tersebut berkaitan dengan kecemburuan.
Pelaku diduga mencurigai suaminya memiliki hubungan dengan perempuan lain. Selain itu, korban disebut beberapa kali mengancam akan menceraikan pelaku.
"Motif sementara karena rasa cemburu. Pelaku merasa korban sering berselingkuh dengan perempuan lain dan mengancam akan menceraikannya," jelas Suprapto.
Masalah rumah tangga pasangan tersebut disebut telah berlangsung sebelum kejadian. Menurut Muslim, bibi korban, keduanya disebut kerap terlibat cekcok dalam sekitar dua pekan terakhir.
"Permasalahannya istrinya cemburu dan selalu curiga kepada suaminya," kata Muslim.
Baca juga: Video Kejadian KDRT di Lumajang Viral, Warga Amankan Perempuan yang Diduga Serang Suami
Muslim juga mengaku pernah mendengar cerita bahwa korban beberapa kali pulang larut malam. Bahkan, beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut sempat tidak pulang selama dua hari dengan alasan berada di rumah temannya.
Namun, informasi tersebut merupakan keterangan dari keluarga dan masih perlu didalami penyidik. Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif serta rangkaian kejadian secara utuh.
Baca juga: Kapolres Lumajang Ajak Mahasiswa Rawat Kebhinekaan di Tengah Polarisasi Ruang Digital
Pasangan tersebut diketahui telah memiliki seorang anak berusia sekitar tujuh tahun. Korban sehari-hari bekerja di sebuah toko, sementara AA merupakan ibu rumah tangga.
Dalam peristiwa itu, korban mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan medis. Sementara AA telah diamankan dan kasusnya ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang.
Polisi masih memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku (Red).
Editor : Redaksi