Stok File Atau Pok-Pokan Pasir Dipasangi Police Line Jadi Perhatian Warga

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Sejumlah police line terpasang di sejumlah stok file atau pok-pokan pasir di Wilayah Kecamatan Pasirian. Pemasangan, police line diduga ada hubungannya dengan pengungkapan tambang pasir illegal pasca kasus kekerasan dan pembunuhan di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.

Dari sumber di Polres Lumajang, Senin(26/10), pemasangan police terkait pengembangan kasus tambang pasir illegal dari selok awar-awar yang diduga masuk ke sejumlah stok file yang berada di Jalan Lumajang-Pasirian.

Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35

Pengembangan kasus tambang pasir illegal, setelah Kapolri, Jenderal Badrotin Haita meminta penyidiknya untuk mengungkap adanya permaianan dan aliran uang tak jelas dari pasir.

Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting

Pantauan Lumajangsatu.com, Sejumlah Stok File di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh dan Desa Madurejo Kecamatan Pasirian dipasangi police line. Bahkan, adanya police jadi perhatian pengguna lalu lintas di Lumajang-Pasirian.

Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Pelantikan Pj Kades Wates Kulon, Tekankan Kesinambungan Pembangunan dan Pelayanan Publik

"Waduh, dipasangi police line, mungkin ada hubungannya dengan pasir illegal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(ls/yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru