Lumajang(lumajangsatu.com) - Sejumlah police line terpasang di sejumlah stok file atau pok-pokan pasir di Wilayah Kecamatan Pasirian. Pemasangan, police line diduga ada hubungannya dengan pengungkapan tambang pasir illegal pasca kasus kekerasan dan pembunuhan di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.
Dari sumber di Polres Lumajang, Senin(26/10), pemasangan police terkait pengembangan kasus tambang pasir illegal dari selok awar-awar yang diduga masuk ke sejumlah stok file yang berada di Jalan Lumajang-Pasirian.
Baca juga: Pemerintah Lumajang Sosialisasikan langkah Tangani Ternak Terjangkit PMK
Pengembangan kasus tambang pasir illegal, setelah Kapolri, Jenderal Badrotin Haita meminta penyidiknya untuk mengungkap adanya permaianan dan aliran uang tak jelas dari pasir.
Baca juga: Komisi C DPRD Lumajang Pasang Target 3,4 Miliar PAD Parkir Pinggir Jalan TA 2025
Pantauan Lumajangsatu.com, Sejumlah Stok File di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh dan Desa Madurejo Kecamatan Pasirian dipasangi police line. Bahkan, adanya police jadi perhatian pengguna lalu lintas di Lumajang-Pasirian.
Baca juga: Warga Tempursari Heboh Kemunculan Buaya di Pantai Watu Godek Lumajang
"Waduh, dipasangi police line, mungkin ada hubungannya dengan pasir illegal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(ls/yd/red)
Editor : Redaksi