Stok File Atau Pok-Pokan Pasir Dipasangi Police Line Jadi Perhatian Warga

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Sejumlah police line terpasang di sejumlah stok file atau pok-pokan pasir di Wilayah Kecamatan Pasirian. Pemasangan, police line diduga ada hubungannya dengan pengungkapan tambang pasir illegal pasca kasus kekerasan dan pembunuhan di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.

Dari sumber di Polres Lumajang, Senin(26/10), pemasangan police terkait pengembangan kasus tambang pasir illegal dari selok awar-awar yang diduga masuk ke sejumlah stok file yang berada di Jalan Lumajang-Pasirian.

Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif

Pengembangan kasus tambang pasir illegal, setelah Kapolri, Jenderal Badrotin Haita meminta penyidiknya untuk mengungkap adanya permaianan dan aliran uang tak jelas dari pasir.

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

Pantauan Lumajangsatu.com, Sejumlah Stok File di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh dan Desa Madurejo Kecamatan Pasirian dipasangi police line. Bahkan, adanya police jadi perhatian pengguna lalu lintas di Lumajang-Pasirian.

Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan

"Waduh, dipasangi police line, mungkin ada hubungannya dengan pasir illegal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(ls/yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru