Stok File Atau Pok-Pokan Pasir Dipasangi Police Line Jadi Perhatian Warga

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Sejumlah police line terpasang di sejumlah stok file atau pok-pokan pasir di Wilayah Kecamatan Pasirian. Pemasangan, police line diduga ada hubungannya dengan pengungkapan tambang pasir illegal pasca kasus kekerasan dan pembunuhan di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.

Dari sumber di Polres Lumajang, Senin(26/10), pemasangan police terkait pengembangan kasus tambang pasir illegal dari selok awar-awar yang diduga masuk ke sejumlah stok file yang berada di Jalan Lumajang-Pasirian.

Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal

Pengembangan kasus tambang pasir illegal, setelah Kapolri, Jenderal Badrotin Haita meminta penyidiknya untuk mengungkap adanya permaianan dan aliran uang tak jelas dari pasir.

Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026

Pantauan Lumajangsatu.com, Sejumlah Stok File di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh dan Desa Madurejo Kecamatan Pasirian dipasangi police line. Bahkan, adanya police jadi perhatian pengguna lalu lintas di Lumajang-Pasirian.

Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro

"Waduh, dipasangi police line, mungkin ada hubungannya dengan pasir illegal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.(ls/yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru