Lumajang (lumajangsatu.com) - Tim Paraling yang beraggotakan TP.PKK, GOW Lumajang dan Sejumlah SKPD datang ke pasar baru Lumajang. Tim yang dipimpin Tutuk Fajriatul Mustofiah ingin melihat kondisi pasar dan berbincang dengan para pedagang.
"Alahmdulillah, sekarang sirkulasi udara semakin baik dan sinar matahri semakin baik masuk ke pasar baru Lumajang," ujar Tutuk kepada lumajangsatu.com, Sabtu (12/03/2016).
Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik
Namun, yang menjadi kendala adalah persoalan klasik yakni masalah kebersihan. Sebagian pedagang sudah buang sampah ditempat yang disediakan, namun banyak pula yang membuang sampah sembarangan sehingga mebuat pasar baru terlihat masih kumuh.
Baca juga: Coffee Talk Perdana, Bidang Ekraf dan Pariwisata GP Ansor Lumajang Perkuat Kolaborasi Kader
"Ini yang membuat Lumajang tidak dapat Adipura, karena saat tim turun ke pasar baru kondisinya masih belum memenuhi syarat," papar istri Bupati As'at Malik itu.
Meskipun tujuannya bukan penghargaan Adipura, namun jika pasar bersih akan tercipta masyarakat yang sehat yang akan menuju Lumajang sejahtera dan bermartabat. Pemkab berharap pasar baru Lumajang bisa menjadi pasar tradisional yang modern dan higenis yang jauh dari kesan kumuh.
Baca juga: Komisi B DPRD Lumajang Pantau Perbaikan Jalan Ranubedali–Tegalsono dan Wonoayu–Wates Wetan
"Kami berharap pasar baru Lumajang bisa menjadi pasar tradisional yang modern dan higenis jauh dari kesan kumuh," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi