Kosultasi ke Pusat, Hasil TKD atau Tanah Bengkok Harus Masuk Rekening Desa

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Setelah melakukan konsultasi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang tanah kas desa (TKD) akahirnya diperoleh sebuah kejelasan. TKD tetap menjadi pendapatan asli desa, namun dalam penggunaanya harus dimasukkan dalam rekening desa.

"Kita masih menunggu hasil konsultasi tertulis, namun kemarin kita sudah dapat jawaban bahwa tetap harus dimasukkan dalam rekening desa terlebih dahulu," ujar As'at Malik kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Lumajang, Senin (04/04/2016).

Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Saat melakukan konsultasi, DPRD, Pemkab serta Perwakilan dari Asosiasi Kepala Desa (AKD) juga ikut. Sehingga semua pihak tahu apa hasil dari pertemuan soal kosultasi pengelolaan TKD. "Kemarin saat konsultasi perwakilan AKD juga ikut," terangnya.

Baca juga: Coffee Talk Perdana, Bidang Ekraf dan Pariwisata GP Ansor Lumajang Perkuat Kolaborasi Kader

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, aturan yang dibuat oleh pemerintah bukan ingin mengambil alih TKD dari desa. TKD tetap menjadi penghasilan desa dan dikelola oleh desa, namun hasil dari TKD dimasukkan dalam rekening desa terlbih dahulu.

Baca juga: Komisi B DPRD Lumajang Pantau Perbaikan Jalan Ranubedali–Tegalsono dan Wonoayu–Wates Wetan

"Jika ada isu bahwa Pemkab akan mengambil alih TKD, maka itu adalah tidak benar, TKD tetap menjadi aset dan kekayaan desa," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru