Awas Salim Kancil 2, Fraksi Golkar Soroti Masih Adanya Illegal Mining

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Fraksi Golkar dalam pandangan umum di Perurbahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2016 menyoroti adanya kebocoran pendapatan disektor pertambangan pasir. Pasalnya, partai berlambang pohon beringin ini menemukan banyak penambang liar/ illegal mining beroperasi dan belum ditertibkan.

"Kalau tambang illegal dibiarkan, kebocoran PAD akan terasa, lihat saja," ungkap Juru Bicara Fraksi Golkar, Suigsan di Rapat Paripurna di DPRD, Rabu(20/7).

Baca juga: Dua Ambulan Panji Bangsa PKB Siap Layani Masyarakat Lumajang Secara Gratis

Dia melihat banyak sekali truk keluar lumajang mengangkut pasir tanpa disertai kartu kendali. "Kalau ini dibiarkan kebocoran dari PAD Pasir bisa turun 40 persen, itu dugaan kami," jelas pria asal Kunir ini.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri Pelantikan PPDI, Perangkat Desa Diajak Jadi Pelopor Pelayanan yang Melayani dan Berintegritas

Temuan Fraksi Golkar adanya tambang illegal ada di Kawasan Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, Pasirian, Tempeh dan Pasrujambe. Sehingga perlu dilakukan penertiban. "Kalau tidak bisa ada Salim Kancil 2," terangnya.

Dalam penertiban pemerintah harus bisa mencarikan solusi, karena banyak masyarakat mengantungkan hidupnya dari menambang pasir. "Ini perlu dipikirkan," pungkasnya.

Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Jadi Penggerak Ekonomi dan Penjaga NKRI

Fraksi Golkar juga menyoroti pembangunan Adipura, Tugu Pancasila yang diduga tidak sesuai plan. Selain itu penyerapan anggaran APBD 2016 oleh SKPD Lemah. "Selain pengawasan terhadap ADD dan DD oleh Desa perlu dilakukan," terangnya.(ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru