Lokasi Tambang Pasir Maut Desa Lempeni, Polisi Belum Tentukan Berijin Atau Illegal

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Polres Lumajang belum menentukan lokasi tambang di Desa Lempeni yang renggut sata nyawa berijin atau tidak. Pasalnya, Polres Lumajang masih menunggu surat jawaban dari Dinas ESDM Jatim tentang lokasi tembang tersebut.

"Kita masih tunggu balasan surat dari Dinas ESDM Jatim, apakah lokasi tambang yang longsor di Desa Lempeni itu berijin atau tidak," ujar AKP Tinton Yuda Riambodo SIK, Kasatreskrim Polres Lumajang, Selasa (02/08/2016).

Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif

Namun, Kasatrerkrim memastiakan bahwa kasus yang menewaskan satu penambang tradisional itu akan terus di sidik. Jika lokasi tambang illegal, maka tentunya harus ada yang bertanggung jawab. "Kita sudah periksa sejumlah saksi, termasuk pemilik dan Kantor Pelayanan Terpadu (KPT)," jelasnya.

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

Sebelumnya diberitakan, Budi Purwanto (45) warga Desa Lempeni tewas seteleh tertimbun pasir. Budi dan temannya Wahyu menambnag pasir secara manual dibawah tebing pasir setinggi 5 meter.

Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan

Nahas, saat menambang tiba-tiba tebing pasir longsor dan menimbun kedua korban. Wahyu tidak mengalami luka dan sadar saat diberi minum oleh warga. Sedangkan Budi tidak bisa ditolong karena tertimbun pasir cukup lama.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru