Lumajang (lumajangsatu.com) - Perjuangan berat dialamai putra-puri terbaik Tempursari yang ingin mengabdi kepada desanya. Untuk memenuhi persyaratan penjaringan perangkat desa, warga Tempursari harus bolak-balik bahkan harus rela bermalam di Lumajang.
"Saya harus bolek balik tiga kali dari Tempursari dan bermalam satu kali di Lumajang," ujar Abdul Rahman, salah seorang warga Desa Pundungsari, Jum'at (07/10/2016).
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
Sejumlah persyaratan, seperti legalisir ijazah di Dinas Pendidikan, Kamenag dan legalisir KTP dan KK, tes narkoba di Labkesda, semuanya berada di Lumajang. Karena serentak, maka harus mengantri dan tidak bisa jadi dalam satu hari.
"Semuanya lembaga yang melayani persyaratan pendaftaran perangkat desa antri dan tidak bisa selesai dalam satu hari," jeleasnya.
Jalan yang harus memutar dan dalam kondisi diperbaiki menambah panjang kelelahan warga Tempursari yang mengurus persyartan di Lumajang. Rata-rata yang dari Tempursari lebih dari tiga kali datang ke Lumajang untuk mengurus kelengkapan administrasi.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
"Kami lakukan ini, untuk bisa mengabdi di desa untuk bersama membanguan desa dengan menjadi perangkat," pungkas pria yang pernah aktif di IPNU tersbut.(Yd/red)
Editor : Redaksi