Lumajang (lumajangsatu.com) - Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kabupaten Lumajang terus bergerilya menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI). Tutuk Fajriatul Mustofiah ketua GSI terus melakukan kunjungan dan bantuan bagi ibu hamil yang berisko tinggi.
"Kita terus berupaya menekaan kematian ibu dan bayi dengan gencar melakukan sosialisasi dan memberikan bantuan," ujar Tutuk, Sabtu (15/10/2016).
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Tutuk beserta pengurus juga mengunjungi ibu hamil resiko tinggi di Desa Tegal Bangsi Kecamatan Ranuyoso. Karena lokasinya terpnecil, Tutuk harus naik ojek sebelum akhirnya bisa memberikan bantuan.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Kita pasti akan memberikan bantuan bagi ibu hamis yang memiliki resiko dan kita minta keluarga khusunya suami untuk siaga atau siap antar jaga," jelasnya.
Tutuk Juga memnghimbau orang tua tidak menikahkan anknya jika masih belum cukup umur. Sebab, menikah dibawah umur juga menjadi salah satu penyebab tingginya kematian ibu dan bayi.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
"Nikah dini adalah satu penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi, kita himbau orang tua tidak menikahkan anknya jika masih dibawah umur," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi