Lumajang (lumajangsatu.com) - Warga Kedungjajang mengeluhkan pelayanan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang dianggap tidak profesional. Tagihan penggunan air dirasa tidak normal, karena sangat mahal tidak sesuai dengan penggunaanya karena hanya digunakan untuk keluarga.
"Tagihannya tidak jelas, sangat mahal tidak sesuai dengan penggunaannya dan warga mulai resah dan ingin bergerak melakukan protes," ujar Partono, warga Kedungjajang, Rabu (26/10/2016).
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Warga meminta kepada petugas pencatat meter air tidak hanya menggunakan kira-kira saja. Namun, benar-benar dicatat sehingga pelanggan tidak dirugikan dan jika ada meter yang rusak diharapkan segera diganti.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Petugas pencatat meter air jangan hanya mengira-ngira saja, harus benar-benar mencatat dan datang ke pelanggan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan warga Desa Wonorejo yang meminta PDAM semakin profesinal dalam melakukan pelayanan. Diperumahan yang dtempati sering mati atau tekanan airnya mengecil sehingga sangat mengganggu.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
"PDAM katanya dapat modal dari APBD untuk penambahan jaringan dan pelanggan baru. Jangan sampai menambah pelanggan baru pelanggan lama ditinggalkan. PDAM kami minta semakin profesional dalam melayani pelanggan," terang Zain, warga Wonorejo.(Yd/red)
Editor : Redaksi