Bikin Miris, MILO Jadi Tren Anak Muda Lumajang

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Maraknya minuman lokal oplosan (MILO) membuat gerah pihak kepolisian. Merangkul semua elemen, mulai pemerintah, tokoh masyarakat dan orang tua, polisi mengajak untuk memerangi MILO.

"Kita menyebutnya dengan MILO, miras lokal oplosan," ujar AKBP Raydian Kokrosono SIK, Kapolres Lumajang kepada sejumlah wartawan, Jum'at (10/02/2017).

Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif

Milo sangat mudah didapat dan diperjual belikan dengan bebas karena bukan barang dilarang. MILO dibuat dari alkohol 70 persen, minuman energi, komix bahkan ada yang dicampur dengan autan. "Lah ini ketika dioplos dan diminum bikin teler bahkan bikin mati," jelasnya.

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

Akibat MILO ini, di Lumajang ada kasus pembunuhan, penganiayaan hingga perkosaan. Didaerah lain, akibat MILO mengakibatkan kematian karena over disis. "MILO ini jadi tren anak muda di Lumajang, ini yang menghawatirkan, meskipun tidak kesemuanya namun banyak kasus," terangnya.

Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan

Polisi tidak bisa berbuat banyak karena MILO tidak ada aturan yang mengikatnya sehingga hanya tipiring dan pembinaan saja. "Yang kita kesulitan untuk menindakanya, karena paling-paling pembinaan saja. Ayo kita perangi miras lokal oplosan ini," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru