Telusuri Jejak Peredaran Narkoba Kaki Semeru

Kapolres Lumajang Buru Dalang Peredaran Narkoba dan Okerbaya

lumajangsatu.com
AKBP Arsal Sahban Kapolres Lumajang Komitmen Perangi Narkoba.

Lumajang (lumajangsatu.com) - Maraknya peredaran narkoba dan obat keras berbahaya, membuat Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban penasaran aktor utama pemasoknya. Pasalnya, daerah kecil seperti Lumajang bisa dijadikan pasar dan bisa menimbulkan aksi kejahatan dari pemakaian narkoba.

BACA JUGA : Pesta Sabu 3 Warga Kunir Ditangkap Polisi

Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif

Kasus terungkapnya peredaran sabu dari Senduro ke Sukodono hingga ke Kunir. Kemudian peredaran pil Koplo mencapai ribuan di Tempeh bisa jadi tangga memburu para bandar-bandar serta pemasoknya.

Kapolres memang  mencium ada permainan bandar. Terungkapnya beberapa kasus makin membenarkan serta menegaskan bahwa beliau dan jajaran tak kan pernah rela membiarkan wilayah Lumajang menjadi pangsa pasar barang haram tersebut.

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

"Sesuai janji saya, kami tak sudi berbagi tempat dengan para kartel barang haram tersebut. Kita akan cari terus siapa dalang dibalik mewabahnya peredaran shabu shabu, ganja serta obat obat terlarang tersebut. Kami akan buru terus siapapun mereka yg berada dilingkaran narkoba ini," Tegas Arsal saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon.

BACA JUGA  : Satreskoba Polres Lumajang Tangkap 2 Pengedar Sabu di Pinggir Jalan

Kapolres memerintahkan pada Satreskoba untuk terus melacak peredaran narkoba hingga pada bandar besarnya. Karena, permainan narkoba bisa menimpa saja dan berkaitan dengan aksi kejahatan.

Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan

"Usut dan terus kembangkan," kata pria mantan kanit Reskoba Polda Metro Jaya itu.

Dia akan menggunakan pelacakan menggunakan telpon para pengguna dan bandar yang ditangkap sebelumnya. Rekam jejak percakapan dan pesan singkat bisa membawa ke seorang bandar. (ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru