KRYD

Dini Hari Digedor Patroli: Polisi Sisir Jalur Rawan, Balap Liar dan Begal Diburu”

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Patroli gabungan KRYD Polsek Lumajang Kota dan Polsek Tekung menyisir jalur minim penerangan pada dini hari untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, balap liar, dan gangguan kamtibmas.
Patroli gabungan KRYD Polsek Lumajang Kota dan Polsek Tekung menyisir jalur minim penerangan pada dini hari untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, balap liar, dan gangguan kamtibmas.

LUMAJANG – Kesunyian dini hari di sejumlah ruas jalan Lumajang mendadak pecah. Deru kendaraan patroli dengan lampu rotator biru menyala bergantian menyisir jalur-jalur gelap yang rawan kejahatan, Selasa (26/5/2026).

 

Patroli gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang melibatkan Polsek Lumajang Kota dan Polsek Tekung ini digelar sebagai respons tegas terhadap maraknya potensi kriminalitas jalanan, balap liar, hingga aksi kekerasan yang kerap terjadi saat jam rawan.

 

Dengan pola mobile, petugas menyisir sejumlah titik strategis yang minim penerangan dan sepi aktivitas warga. Jalur Jalan Lintas Timur (JLT) Desa Tukum menjadi titik awal, dikenal sebagai kawasan dengan arus kendaraan tinggi namun rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.

 

Patroli kemudian bergerak ke Jalan Kapuas, JLT Kelurahan Jogoyudan, hingga simpang Jogotrunan—lokasi yang kerap dijadikan titik kumpul anak muda pada malam hari.

 

Di setiap titik, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga patroli dialogis, memastikan situasi tetap aman sekaligus memberi peringatan langsung kepada masyarakat.

 

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Edi Kuswanto, menegaskan patroli ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas.

 

“Kami menyasar jalur minim penerangan dan sepi. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” tegasnya.

 

Selama patroli, petugas beberapa kali berhenti untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak berhenti di lokasi gelap, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

 

Patroli serupa dipastikan akan terus digelar secara berkala. Pesannya jelas: ruang gerak pelaku kejahatan di Lumajang terus dipersempit, bahkan saat kota terlelap (Red).