Sinergitas

GP Ansor Didorong Jadi Mitra Strategis Pemkab Lumajang Perkuat Peran Pemuda

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Malam pelantikan saat di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang
Malam pelantikan saat di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang

Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

 

Dorongan itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Cabang dan Pengurus GP Ansor Kabupaten Lumajang Masa Khidmah 2026–2030 di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Sabtu (8/8/2026) malam. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma.

 

Bunda Indah menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan cabang dan seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum dimulainya tanggung jawab dan pengabdian selama masa khidmah.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang dan pribadi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Pimpinan Cabang beserta seluruh jajaran pengurus PC GP Ansor Kabupaten Lumajang. Pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan awal dari amanah besar yang diletakkan di pundak sahabat-sahabat sekalian,” ujar Bunda Indah.

 

Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa GP Ansor Lumajang semakin solid, progresif, dan hadir dengan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Menurut Bunda Indah, keberadaan GP Ansor selama ini telah memberi warna dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan di Lumajang. Bersama Banser, organisasi tersebut dinilai konsisten hadir dalam kegiatan keagamaan, aksi kemanusiaan, penanganan kebencanaan hingga membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

 

“Di Kabupaten Lumajang, peran GP Ansor sangat terasa. Ansor dan Banser selalu hadir dalam berbagai lini kehidupan masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, aksi sosial kemanusiaan, penanganan kebencanaan, hingga menjaga kondusivitas dan ketertiban di wilayah kita,” katanya.

 

Bupati menilai tantangan pembangunan Lumajang ke depan semakin kompleks. Persoalan ekonomi, pembangunan, kepemudaan hingga dinamika sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan.

 

Karena itu, GP Ansor diharapkan mampu memperluas kiprahnya melalui program yang menyentuh kebutuhan generasi muda. Pemberdayaan ekonomi, pendidikan, penguatan moderasi beragama di tengah perkembangan era digital, serta keterlibatan dalam menjaga keharmonisan sosial menjadi sejumlah bidang yang dinilai penting.

 

GP Ansor juga diharapkan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi pemuda sekaligus pilar pemersatu yang ikut merawat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Lumajang.

 

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menegaskan pentingnya membangun kemitraan antara pemerintah dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan mampu menjawab seluruh tantangan pembangunan tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.

 

" Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kemitraan strategis dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda,” tegasnya.

 

Mas Yudha juga mengingatkan para kader GP Ansor agar terus meningkatkan kapasitas diri, beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keilmuan dan akhlak.

 

“Teruslah belajar, berbenah, dan berkhidmat dengan keikhlasan. Jadilah pemuda yang tangguh, adaptif terhadap zaman, namun tetap memegang teguh sanad keilmuan dan akhlakul karimah,” pesannya.

 

Kepengurusan GP Ansor Kabupaten Lumajang Masa Khidmah 2026–2030 diharapkan mampu menerjemahkan amanah tersebut melalui kerja nyata. Bukan hanya memperkuat kapasitas pemuda, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang dirasakan langsung masyarakat dan mendukung agenda pembangunan daerah.

 

Kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan diharapkan melahirkan generasi muda Lumajang yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta komitmen kuat menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah (Red).