Imunisasi Campak dan Rubella, Petugas Dinkes Lumajang Akan Datangi Setiap Rumah

Penulis : lumajangsatu.com -
Imunisasi Campak dan Rubella, Petugas Dinkes Lumajang Akan Datangi Setiap Rumah
Gito Hartono, Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Jatim

Lumajang (lumajangsatu.com) - Tinggal 10 hari lagi sampai tanggal 30 September program imunisasi Measles (gabaken/tampek/campak) dan Rubella (MR) akan berakhir. Namun, hingga kini Lumajang masih bisa melaksanakan 69 persen dan menempati urutan 38 di Jatim atau paling buncit.

Gito Hartono, Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Jatim turun langsung dan meminta agar Lumajang melakukan percepatan. Targetnya, tanggal 23 September sudah bisa 95 persen dan tanggal 30 September sudah bisa 100 persen untuk imunisasi MR.

"Lumajang bukan gagal ya, tapi agak lamban dalam pencapaian. Makanya kita datang dan meminta agar ada percepatan imuninasi MR. Kami berharap dari provinsi minimal 95 persen dan jika bisa 100 persen," paparnya.

Imuninasi MR harus merata dan tidak boleh ada anak yang terlewatkan. Jika masih ada anak yang terlwatkan, maka imuninasi MR sia-sia karena masih ada potensi penyebaran virus MR melalui anak yang tidak diimuninasi MR.

"Merata dan tinggi itu sangat penting untuk memutus penyebaran virus Campak dan Rubella," jelasnya.

Sementara itu, As'at Malik Bupati Lumajang sudah menyampaikan surat edaran melalui Camat, Dinas Pendidikan dan Puskesmas agar ikut mensukseskan program imuninasi MR. Orang tua diminta tidak perlu cemas apalagi takut, karena imuninasi MR tidak berbaya malah dibutuhkan untuk memutus Campak dan Rubella.

"Bapak Bupati sudah memberi surat edaran agar semua lembaga ikut mensukseskan imuninasi MR di Lumajang," ujar Triworo Setyowati, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, Selasa (19/09/2017).

Imuninasi MR wajib diikuti oleh anak usia 9 bulan hingga umur 15 tahun. Jika tidak ikut imuninasi MR karena sakit, orang tua bisa datang ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan imuninasi MR.

"Ini (imuninasi MR) sifatnya wajib, kita akan datangi setiap rumah yang belum ikut imuninasi. Sebab, jika ada anak sakit maka akan menjadi sumber penularan virus MR kepada yang lainnya," terangnya.

Jika Campak dan Rubella mengenai ibu hamil, maka akan membuat anak yang dilahirkan cacat secara permanen. Di dokter Retno spesialis anak sudah ada 5 kasu bayi yang lahir dan terkena penyakit rubella syndrome.

"Imuninasi Mr ini dulu bayar di dokter spesialis. Namun, karena sangat penting maka diambil alih oleh pemerintah sehingga diberikan secara gratis dan wajib," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Opini

Euthanasia dan Perawatan Paliatif, Dilema Etik Antara Hak Hidup dan Hak Untuk Mengakhiri Penderitaan

Lumajang - Saat ini dunia ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dan sudah sangat maju khusus pada bidang kesehatan. Dengan adanya kemajuan tersebut segala hal akan menjadi lebih mudah untuk dilakukan, seperti dalam hal mendiagnosis penyakit dan menentukan kemungkinan waktu kematian seseorang dengan tingkat akurasi tinggi dan hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan logis. Bahkan para dokter kini pun juga dapat memberikan bantuan dalam mengakhiri kehidupan pasien  dengan kondisi medis yang memiliki tingkat kesembuhan relatif rendah atau dalam kondisi penyakit terminal. Proses ini dikenal dengan istilah Euthanasia (Fahrezi & Michael, 2024).

Dibuat Dari Bambu Muda

Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Krecek Bung Kuliner Asli Lumajang Bertekstur Daging Empuk

Lumajang - Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali menorehkan kebanggaan di kancah nasional. Salah satu kuliner tradisional khasnya, Krecek Rebung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia pada 16 November 2024. Pengakuan ini menjadi bukti keunikan dan kekayaan budaya lokal Lumajang yang terus dilestarikan.