Fenomena Alam Lumajang

Wah..! Puluhan Ribu Ikan di Ranupakis Mabuk Jadi Berkah

lumajangsatu.com
Fenomena alam ikan mabuk di Ranupakis Kecamatan Klakah

Lumajang (lumajangsatu.com) - Fenomena alam ikan mabuk atau dikenal dengan sebutan koyok terjadi di Ranupakis Kecamatan Klakah. Puluhan ribu ikan air tawar, kecil dan besar mengambang dipermukaan karena mabuk.

Kondisi itu menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar dengan cara dijaring, dijala dan lainnya. Sekitar danau juga menjadi pasar dadakan karena banyak ikan dijual dengan harga yang murah.

Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong

"Ini sudah dapat 100 kiloan, karena mabuk setiap tahun mulai tadi malam sekitar jam 6 kemarin, jenisnya ikan nila aja yang banyak ada sebagian tawes juga. Pakai jaring, jala dan tombak," ujar Ali Sumardi, salah seorang warga, Senin (05/08/2018).

Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025

Agus Widarto, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang menyatakan fenomena koyok sering terjadi di tiga danau di Lumajang. Yani Ranupakis, Ranubedali dan Ranuklakah. Fenomena alam ini terjadi karena ada perpindahan suhu dari arus bawah naik keatas permukaan air.

Danau di wilayah Lumajang utara juga mengandung belerang karena dulunya adalah kawah gunung berapi Lemongan. Fenomena alam ini biasanya terjadi antar bulan Juli-Agustus. Jika sudah memasuki puncak musim kering dengan suhu sangat dingin, maka fenomema ikan mabuk akan muncul.

Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang

"Fenomena alam ini biasa sering terjadi di banyak perairan. Karena perpindahan suhu dari bawah ke permukaan sehingga oksigen di dalam air jadi berkurang," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru