Lumajang (lumajangsatu.com) - Kapolres Lumajang dan Tim Cobra melakukan rilis TKP kasus ungkap Investasi Bodong di Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang. Kedatangan tim cobra disambut isak tangis keluarga lantaran tak tega melihat Umi Salma harus masuk bui.
Isak tangis keluarga pecah saat rombongan tim cobra tiba di rumah kediaman Umi Salma di Desa Sentul. Keluarga langsung memeluk tersangka yang baru turun dari mobil. "Yang sabar mbak, kok bisa sampai seperti ini," ujar Sari Saudara Umi Salma sambil menitihkan air mata.
Korban investasi bodong berkedok tabungan hari raya CV Permata Bunda mencapai ribuan orang. Nominal kerugian uang milik anggota juga mencapi puluhan miliar.
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
AKBP DR. Arsal Sahban SIK, Kapolres Lumajang menyatakan sistem yang digunakan adalah Ponzi alias gali lubang tutup lubang. Setelah tidak bisa membayar uang keluar dari uang masuk, maka pemilik investasi kebanayakan akan melarikan diri.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Kali kita lihat sistem yang digunakan adalah Ponza yakni gali lubang tutup lubang," jelas Arsal kepada sejumlah wartawan.(Ind/red)
Editor : Redaksi