Ranuyoso - Warga Ranuyoso menderita karena 2 bulan terakhir air PDAM mati. Warga yang tidak memiliki tandon besar untuk menampung air hujan, harus membeli air dan mandi ke sumber mata air yang cukup jauh.
"Innalillah mas, PDAM di Ranuyoso dua bulan ini wafat," ujar Hamedi, salah seorang warga Meninjo Kecamatan Ranuyoso, Selasa (10/03/2020).
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
Sebelumnya, air PDAM hanya hidup satu kali selama seminggu. Namun, satu bulan terakhir sudah mati total. "Warga sangat menderita sekali mas, karena air adalah kebutuhan utama," paparnya.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
Saat ditanya ke warga lain, ternyata tidak hanya di Desa Meninjo tapi disejumlah fasilitas umum juga jaringan PDAM mati. Warga berharap PDAM segera melakukan perbaikan instalasi agar air kembali mengalir ke rumah warga.
"Saya punya teman di Koramil dan Puskesman, informasinya juga mati," terangnya.
Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Lumajang Turun ke Jalan Sasar Sopir Truk
Saat ditanya pada petugas baca mater PDAM, ada kerusakan mesin di Ranu Bedali sehingga jalur yang ke Ranuyoso mati. Ada tiga mesin dan dua mesin mati sedangkan yang masih beroperasi ke jalur Klakah. "Infonya mesin di Ranu Bedali mati," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi