Pronojiwo - Mendengar suara ledakan dari gunung Semeru, warga Pronojiwo yang tepat berada di lereng Semeru lansgung berhamburan keluar rumah. Benar saja, puncak tertinggi pulau Jawa itu menyemburkan abu vulkanik bercampur kerikil.
Gemuruh menjelang subuh itu membuat warga panik dan harus mengungsi secara mandiri. Karena saat itu hujan, air hujan yang turun berubah kecoklatan karena bercampur abu vulkanik.
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
Baca juga: BPJS PBI Disesuaikan, Pemkab Lumajang Tegas: Pasien Tak Boleh Ditolak!
"Iya mas, warga takut dan keluar rumah saat Semeru bergemuruh," ujar Uun, warga Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Selasa (01/12/2020).
Wawan Hadi Siswoyo, kabid PKL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menyatakan TRC BPBD sudah dikerahkan ke lokasi. Warga melakukan evakuasi mandiri, karena khawatir akan terjadinya letusan yang lebih besar.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Kita sudah kirim TRC BPBD untuk memantau, warga memang melakukan evakuasi mandiri," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi