Tempursari - Budaya gotong royong terkadang sudah hilang, terlebih lagi di perkotaan. Namun, di Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang budaya gotong royong saat warga punya hajat (pesta pernikaan dan lainnya), budaya gotong royong masih terjadi.
Tiga hari sebelum acara hajatan, warga biasanya gotong royong mengupas buah kelapa untuk dibuat kue. Kelapa menjadi bahan dasar membuat kue seperti dodol dan lainnya.
Baca juga: Poros Pagi di Simpang Suwandak, Kapolres Lumajang Pastikan Pelajar Aman ke Sekolah
Kaum laki-laki bersama-sama mengupas kelapa dan kaum perempuannya akan memarut kelapa yang sudah dikupas. Setelah selesai, santannya akan dibuat dodol dan bahan dasar kue lainnya.
"Alhamdulillah, di desa kami Purorejo budaya gotong royong masih terjaga," ujar Muzani, Sekdes Purorejo Kecamatan Tempursari, Rabu (10/03/2021).
Gotong royong juga berlanjut hingga saat hari H-nya, dimana para tetangga datang untuk membantu (sinoman). Kekompakan itu yang hingga kini yang masih terjadi di pedesaan termasuk di Kecamatan Tempursari.
Baca juga: Libatkan 400 Peserta, Lumajang Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
"Semoga budaya asli Indonesia ini tetap terjaga, meski eranya sudah modern, tapi budaya leluhur tetap terjaga," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi