Lumajang - Hasil sidik jari dari barang bukti yang telah diamankan berupa 2 celurit saat dilokasi kejadian carok yang menewaskan Arifin (28) dan Asmin (30)warga Dusun Lumpang Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso, polisi masih belum bisa publikasi ada berapa sidik jari di salah satu clurit yang selain korban.
"Ini kami tidak bisa publikasi Mbak, karena masih rahasia" ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo S,Kom kepada tim Lumajangsatu.com, Senin (03/04/2021).
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Ranuyoso Pantau Penanaman Jagung Program Asta Cita
BACA JUGA :
Baca juga: Kapolsek Ranuyoso Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Pasar Gedang Saat Poros Pagi
- Satu Korban Carok Jenggrong Lumajang Diduga Pelaku Begal
- Salah satu Korban Carok di Jenggrong Lumajang Masih Pegang Clurit
- Motif Carok di Jenggrong Lumajang Masih Gelap Penuh Misteri
Sedangkan kepemilikan kedua sajam ini merupakan milik dari keduanya. Kasus berdarah ini sering terjadi Wilayah Kecamatan Ranuyoso karena mayoritas penduduk suku Madura dan lebih ke karakteristik orang sekitar tidak bisa mengendalikan emosi.
Baca juga: Pasar Sesak, Jalan Padat! Poros Pagi Polisi Jadi Penyelamat Ranuyoso
"Namun tentu saja, tindak kekerasan sebagai bentuk balas dendam ini tak bisa dibenarkan atas nama budaya" Kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi