Lumajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq melihat kondisi dam Gambiran yang jebol karena diterjang banjir besar. Cak Thoriq juga banyak mendapatkan keluhan dari petani di tiga Desa, akibat dam Gambira jebol, sawah petani jadi kekurangan air.
Ada sekitar 300 hektar sawah di Desa Boreng, Blukon dan Kelurahan Rogotrunan mengalami kekeringan. Tidak hanya itu, imbas jebolnya dam tersebut beberapa bulan terakhir warga sekitar juga mengalami krisis air.
Baca juga: Istri Dominasi Gugatan Cerai di Lumajang, 1.842 Perkara Masuk hingga Pertengahan Juli
"Hari saya melihat kondisi Dam Gambiran yang jebol," ujar Cak Thoriq, Senin (05/07/2021).
Ada beberapa skema penanganan darurat untuk jebolnya dam Gambiran tersebut. Langkah awal Pemkab Lumajang sudah mengajukan Bantuan Tidak Terduga (BTT) Bencana melalui anggaran APBD Provvinsi Jatim. Nantinya anggaran tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan bronjong bendungan.
Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik
"Kita juga sudah siapkan tanggul darurat, agar air bisa masuk ke irigasi dan bisa mengairi lahan pertanian," jelasnya.
Pemkab Lumajang juga mengusulkan Dana Alokasi Kusus (DAK) kepada pemerintah pusat 9 miliar lebih untuk pembangunan dam permanen. "Ini masih usulan saja," terangnya
Baca juga: Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polres Lumajang Ringkus Pembunuh Gadis Muda di Randuagung
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Agus Siswanto mengungkapkan pembangunan tanggul sementara Dam Gambiran diperkirakan dilakukan pada Agustus atau September mendatang. "Diperkirakan bulan September atau paling cepat Agustus melalui PAK APBD," pungkansya.(Yd/red)
Editor : Redaksi