Pasirian - Kawasan pesisir pantai selatan di pantai Watu Pecak Desa Selok Awar Awar Kecamatan Pasirian sedang musim kerang. Warga sekitar menyebutnya dengan karangan.
Saat air laut surut, warga mencari karangan di bebatuan pantai selatan. Ada yang dijual, ada juga warga yang mencari untuk dikonsumsi sendiri. Karangan yang didapat akan dimasak kuah dan rasanya sangat lezat dan nikmat.
Baca juga: BPJS PBI Disesuaikan, Pemkab Lumajang Tegas: Pasien Tak Boleh Ditolak!
Jika ukuran karangannya kecil, biasanya akan dijadikan petis dan dijual dengan harga 10-15 ribu perwadah sekitar 1 ons. "Sekarang mulai musim karangan," ujar Yulia, salah seorang warga sekitar, Selasa (12/10/2021).
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Musim karangan biasanya muncul saat musim kemarau panjang. Saat musim hujan turun dan sudah terjadi banjir, karangan di pantai selatan akan mati dan muncul pada musim berikutnya.
Setiap hari ada dua kali ombak pantai selatan surut, yakni sore hari sekitar pukul 15.00 wib dan pagi hari pukul 02.00 wib. Surutnya ombak akan terus begeser, sore hari akan semakin alam dan pagi hari terus semakin siang.
Baca juga: Kapolsek Pronojiwo Pimpin Aksi Bersih Lingkungan dan Penanaman Pohon di Puncak Sriti
"Kalau sore banyak sekali yang cari karangan. Dipinggir-pinggir banyak karangan yang nempel di bebatuan," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi