Pasirian - Dua ekor sapi milik warga di Desa Nguter dan Kalibendo Kecamatan Pasirian mati. Kematian ternak rojo koyo itu tentunya menjadi kesedihan, karena peternak harus merugi hingga puluhan juta rupiah.
Diduga, dua ekor sapi itu mati karena terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini mewabah di sejumlah Kecamatan di Lumajang. Sapi milik Suwarno warga Nguter ditemkan mati dikandang pada Jum'at pagi (13/05/2022), setelah beberapa hari mengalami sakit.
Baca juga: Antisipasi Kejahatan 4C, Timsus Polres Lumajang Gelar Patroli Dini Hari
"10 hari sakit dan sempat membaik, sudah bisa makan dan berdiri, tapi terjangkit PMK dan lagi dan tadi pagi ditemukan mati," jelas Suwarno.
Baca juga: HUT Satpam ke-45, Kapolres Lumajang Tegaskan Peran Strategis Satpam Jaga Keamanan
Nasib serupa dialami sapi Limosin milik Purnomo warga Kalibendo. Sapi dengan harga puluhan juta rupiah itu ditemukan mati dengan gejala yang sama. Dua ekor sapi yang mati itu kemudian dikubur oleh warga.
Drh. Yusuf, dokter hewan Lumajang menyatakan dengan bertambahnya 2 ekor sapi yang mati, total ternak sapi di Lumajang mati akibat PMK menjadi 7 ekor. Sedangkan ratusan lainnya masih teridentifikasi sakit dan terus dilakukan penanganan agar para pemilik ternak tidak mengalami kerugian semakin banyak.(Yd/red)
Editor : Redaksi