Lumajang-Tiga pengedar narkoba jenis sabu berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang ditempat yang berbeda.
Dari ketiga pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 0,60 gram.
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
Kasat Resnarkoba AKP Ari Hartono mengatakan, penangkapan pengedar narkoba ini dilakukan jajarannya pada pada Jumat, (4/8/2023) siang hari setelah mendapatkan informasi.
Masing-masing tersangka yang berhasil diamankan berinisial NF (33), Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko, JAP (25), Desa Purworejo Kecamatan Senduro dan IA (39), Desa Sentul Kecamatan Sumbersuko.
Disampaikan Ari Hartono, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka NF warga Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko dan JAP warga Desa Purworejo, Kecamatan Senduro.
Kedua Tersangka ditangkap sekitar jam 14.00 WIB di pinggir Jalan Juranglangak, Desa Senduro. Saat ditangkap, tersangka diduga tengah melakukan transaksi narkotika jenis sabu di sana.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
“Saat dilakukan penggeledahan pada tersangka NF dan JAP, kami mengamankan barang bukti sabu seberat 0,40 gram," ungkap Ari Hartono.
Setelah menangkap pelaku NF dan JAP, pihaknya juga melakukan pengembangan. Pada jam 15.00 WIB pihaknya menangkap IA warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko.
Kemudian tersangka diamankan Polisi saat berada di teras rumah Desa Purworejo, Kecamatan Senduro.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
"Di rumah tersangka IA kami mengamankan barang bukti 0,20 gram sabu," ujarnya
AKP Ari menambahkan bahwa tersangka IA mendapatkan barang terlarang dari MH, saat transaksi di sekitar pasar maling sebelah rusunawa Jl. Gub. Suryo lumajang yang saat ini masih dalam pengejaran.
Untuk mempertanggung jawaban perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara (Ind/red).
Editor : Redaksi