LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat komitmen dalam pemenuhan gizi anak sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai bentuk pengawasan langsung, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma atau yang akrab disapa Mas Yudha,meninjau proses distribusi MBG di MI Al Islah Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Senin (3/11/2025).
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
Dalam kunjungan tersebut, Mas Yudha menegaskan pentingnya ketepatan sasaran, akuntabilitas, dan kualitas dalam setiap tahap distribusi. “Kami ingin memastikan setiap anak menerima gizi seimbang secara langsung dan tepat sasaran. Proses distribusi MBG harus terstruktur, terpantau, dan higienis agar manfaatnya maksimal,” ujarnya.
Selama peninjauan, Wabup memantau seluruh alur distribusi, mulai dari persiapan menu di dapur MBG, penyimpanan bahan makanan, pengemasan, hingga penyaluran kepada 64 siswa penerima manfaat. Semua tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat dan melibatkan koordinasi antara tim dapur, pihak sekolah, serta perangkat desa.
Baca juga: BPJS PBI Disesuaikan, Pemkab Lumajang Tegas: Pasien Tak Boleh Ditolak!
Mas Yudha menilai keberhasilan program MBG tak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi dari kualitas pengelolaan dan konsistensi pelaksanaannya. “Anak-anak tidak sekadar menerima makanan, tapi asupan bergizi yang mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan kemampuan belajar mereka,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat, tenaga dapur, dan pihak sekolah dalam memastikan distribusi berjalan lancar. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. “Distribusi yang baik adalah pondasi utama keberhasilan program gizi anak. Tanpa proses yang terstruktur, manfaatnya tidak akan optimal,” tambahnya.
Baca juga: Kapolsek Pronojiwo Pimpin Aksi Bersih Lingkungan dan Penanaman Pohon di Puncak Sriti
Pemkab Lumajang berkomitmen terus memperkuat Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah, termasuk Dawuhan Wetan. Standar distribusi yang higienis, tepat sasaran, dan terpantau akan dijadikan acuan untuk memastikan program MBG benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah (Red).
Editor : Redaksi