Lumajang(lumajangsatu.com)- Pasca diedarkannya surat Kementerian dengan No. 4895/ip.010/a/12/2015 yang berisi gerakan percepatan tanam pada Desember 2015 lalu, Mentri Pertanian, Andi Amran sulaiman tinjau langsung lokasi pertanian di Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono Lumajang, Rabu (03/02/16).
Menurutnya, kebiasaan petani yang akan mulai menanam padi 3 bulan setelah panen raya merupakan kebiasaan buruk yang harus dirubah dengan sistem gerakan tanam cepat.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
"Jadi kalau biasanya petani masih menunggu 2 sampai 3 bulan akan menanam lagi, kini petani dihimbau agar langsung menanam setelah melakukan panen raya," ungkap Amran, nama panggilan sang Mentri.
Gerakan tanam cepat yang ditargetkan akan mewujudkan swasembada pangan ini diperkirakan sudah mulai terasa dampaknya, pada awal tahun 2016 tercatat hasil produksi padi sudah melebihi target.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
"Sudah berjalan mas, pada tahun ini saja hasil produksi padi kita sudah melebihi target," tambahnya.
Tidak hanya itu, keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan pun semakin terlihat dengan penambahan alokasi anggaran pada bidang produktif di lingkungan Kementerian Pertanian RI.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
"Dari APBN ditambah 16 triliun, sementara dari DAK ditabah 4 triliun mas, jadi penambahan anggaran untuk pertanian kini sebanyak 20 triliun," pungkasnya. (Mad/red)
Editor : Redaksi