Lumajang (lumajangsatu.com) - Ramainya pemberitaan tentang tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia juga disorot oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Lumajang. Disnakertran intens melakukan pemantauan TKA yang masuk di beberapa perusahaan di Lumajang.
Dari data Disnakertran, ada 16 TKA yang bekerja di 3 perusahaan yang didominasi dari TKA Cina, dan sebagian dari Jepang dan Singapura. Yakni PT.Prima Sejahtera Internasional (PSI) Kunir, Mustika Tama jalan raya Tempeh-Sumbersuko, Nankai Indonesia Dusun Sukosari RT.05 RW.03 Sumberwuluh Candipuro.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Untuk TKA di PT Nankai Candipuro berada di Gresik dan sesekali memantau ke Lumajang. Para TKA yang ada di Lumajang bekerja di beberapa bidang khusus dan tidak ada yang bekerja sebagai tenaga kasar.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
"Ada 16 tenaga kerja asing yang sudah terdaftar, banyak dari Cina, ada juga Jepang dan Singapura, yang bekerja di tiga perusahaan," ujar Drs. Suharwoko, M.Si Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu (28/12/2016).
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
Pihak Disnakertran terus melakukan pemantuan rutin untuk memastikan Lumajang tidak ada TKA illegal. Pihak perusahaan juga diminta kooperatif dalam melaporkan TKA yang dipekerjakan di Lumajang. "Kita pantau setiap waktu mas, kita tidak ingin kecolongan ada TKA masuk Lumajang tanpa ijin. Untuk yang berijin kita juga cek paspornya," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi