Lumajang (Lumajangsatu.com)- Sudah tiap hari olahraga sesuai anjuran WHO, tapi kok gampang sakit? Jangan buru-buru kecewa, bisa jadi memang ada yang salah dari rutinitas olahraga yang dilakukan.
Salah satu kemungkinannya adalah overtraining, atau melakukan aktivitas fisik berlebihan tanpa memberi kesempatan yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat. Tubuh butuh recovery atau memulihkan kondisi sel-sel yang kelelahan saat olahraga.
Baca juga: Tekan Angka Kriminalitas, Timsus Polres Lumajang Sisir Wilayah Rawan
Olahraga berat khususnya, dalam berbagai penelitian bisa menurunkan daya tahan tubuh untuk sementara waktu. Produksi hormon kortisol dan adrenalin saat olahraga, yang juga dikaitkan dengan stres, dapat menekan sistem imun sehingga mudah terserang infeksi.
Pada atlet profesional, istirahat merupakan bagian penting dari program latihan. Tujuan utamanya adalah memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri agar tidak ngedrop sehingga cukup fit untuk menjalani sesi latihan selanjutnya.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah nutrisi. Untuk bisa berfungsi dengan baik, tubuh perlu nutrisi. Agar punya cukup energi untuk olahraga, dibutuhkan asupan karbohidrat yang memadahi. Asupan protein juga tidak kalah penting karena dibutuhkan untuk memperbaiki sel-sel tubuh.
Ketika sudah telanjur sakit, bolehkah tetap berolahraga? Ada banyak pertimbangan soal ini. Namun yang pasti, intensitas perlu disesuaikan bila tetap ingin melakukan aktivitas fisik.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Kalau cuma nggak enak badan atau nggak sampai demam tinggi, tubuh kita masih bisa melakukan olahraga tapi diatur dengan intensitasnya. Dan intensitasnya pun harus sedang," kata pakar olahraga dr Grace Joselini. (Ind/red)
Editor : Redaksi