Lumajang(lumajangsatu.com) - DPD PAN Lumajang bila tidak segera mengusulkan satu nama tunggul sesuai deadline 30 Juli. Bupati Lumajang, As'at Malik akan
Author : Redaksi
Bupati Lumajang Deadline PAN Untuk Usulkan Nama Cawabup Sampai Kamis Besok
Lumajang(lumajangsatu.com) - Bupati Lumajang, As'at Malik, mengancam DPD PAN Lumajang yang merupakan partai pengusungnya dalam Pilkada lalu, jika tak segera
Dalam Rapat Paripurna Ada Anggota Main Gadget, Ketua DPRD Sebut Anggotanya Lagi Serius
Lumajang(lumajangsatu.com) - Keranjingan utak atik teknologi Komunikasi seperti Gadget, Adroid dan I-Pad juga melanda anggota DPRD Lumajang. Ini terlihat saat,
Pilwabup Kok Panas, Ada Apa Dibalik Komunikasi Politik, Bupati, 3 Parpol dan Ketua DPRD ?
Ada apa dengan pemilihan wakil bupati Lumajang yang akan dilakukan DPRD, kok tiba-tiba memanas dan konstelasi politik mengalami hambatan komunikasi. Awalnya,
Parah...!!!! Keamanan Mobil Dinas Bupati Lemah, SecaraTak Sengaja Ketua DPRD Salah Masuk
Lumajang(lumajangsatu.com) - Mobil Dinas Bupati Lumajang ternyata mudah ditembus dan dibuka oleh orang lain. Ini terbukti dan kejadian tidak sengaja, saat
PAN Pastikan Ajukan Nama Cawabup, Untuk Melawan Kekuatan Buntaran di Pilwabup Melalui DPRD
Lumajang(lumajangsatu.com) - DPD Demokrat yang sudah mengajukan nama Buntaran Supriyanto mantan sekda untuk diajukan ke DPRD. DPD PAN Lumajang sudah dipastikan
Iki Loo Rek Sungai KU..!! Kali Asem Kotor Dihiasi Sampah
Lumajang (lumajangsatu.com) - Kondisi sungai Kali Asem yang membelah kota Lumajang tepatnya di jembatan Gambiran sangat memprihatinkan. Sampah yang memenuhi
Deadline 30 Juli, Ketua DPRD Temui dan Desak Bupati Ajukan Nama Cawabup
Lumajang (lumajangsatu.com) - Ketua dan Wakil Ketua DPRD Lumajang melakukan pertemuan dengan Bupati As'at Malik M.Ag sambil makan siang. Pertemuan itu
PAN Lumajang Sayangkan Pernyataan Ketua DPRD soal kata Sabotase dan Menghambat Pilwabup
Lumajang(lumajangsatu.com) - Pengurus DPD PAN Lumajang amat menyayangkan pernyataan dari Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono, yang menganggap partai berlambang