Motif Pilkades

PMII Apresiasi Polres Lumajang Ungkap Perampokan di Bedayu Senduro

Penulis : lumajangsatu.com -
PMII Apresiasi Polres Lumajang Ungkap Perampokan di Bedayu Senduro
Para pelaku saat diamankan di Mapolres Lumajang

Lumajang - Keberhasilan polisi dalam mengungkap aksi perampokan di Desa Bedayu Kecamatan Senduro diapresiasi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pasalnya, dalam kurun waktu 6 hari, polisi berhasil mendeteksi para pelaku yang berjumlah 7 orang. Dimana, 6 merupakan pelaku langsung dan 1 orang merupakan otak perampokan.

Khoirul Hasan, Ketua Cabang PMII Lumajang mengapresiasi langkah cepat polisi dalam mengungkap kasus perampokan yang meresahkan tersebut. Pasalnya, para pelaku melakukan penganiayaan dengan memukul, mengikat dan melakban mulut para korban.

“Kita apresiasi langkah cepat polisi dalam mengungkap perampokan di rumah salah satu kader PMII Lumajang di Desa Bedayu Kecamatan Senduro,” jelas Hasan kepada Lumajangsatu.com, Jum’at (13/10/2023).

AKBP Boy Jackson Situmorang dalam rilis di Mapolres Lumajang menyatakan para pelaku merupakan suruhan dari inisial S, yang tak lain orang yang kalah dalam pemilihan kepala desa pergantian antar waktu (PAW). Karena merasa kecewa, pelaku akhirnya menyuruh para pelaku untuk melakukan perampokan di rumah korban Andri Fahruzi.

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Parman warga Desa Bedayu Kecamatan Senduro, dan Hajer warga Sawaran Lor Kecamatan Klakah Lumajang dan Jon warga Probolinggo, Hajer dan dan Jon dilumpuhkan dengan timah panas oleh polisi lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

Motif dari perampokan tersebut karena kalah dalam pemilihan kepala desa PAW dan ingin menciptakan suasana tidak stabil di Desa Bedayu. Kapolres Lumajang meminta pelaku otak perampokan untuk menyerahkan diri. Ada 4 pelaku yang masih buron. “Kami minta pelaku yang masih melarikan diri untuk menyerah saja,” pungkasnya.(Yd/red)

Pengakuan Terduga Pelaku Penanam Ganja

Ladang Ganja di Hutan TNBTS Argosari Lumajang Sudah Panen Sekali

Lumajang - Ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dusun Pusung Atas Desa Argosari Kecamatan Senduro ternyata sudah berlangsung selama 9 bulan. Dari pengakuan pelaku, penanaman ganja dilakukan sejak bulan Januari 2024 dan sudah panen satu kali. Saat hendak panen kedua, keberadaan ladang ganja di hutan TNBTS keburu diketahui.