Tabrakan
Bus Bagong Adu Banteng Dump Truck di Jalur Gelap Klakah Lumajang
Lumajang — Malam yang seharusnya lengang berubah menjadi kepanikan di jalur utama Desa Mlawang, Kecamatan Klakah. Sebuah bus penumpang dan dump truck terlibat tabrakan keras pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Dentuman benturan di jalan gelap itu memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan menuju lokasi kejadian.
Kecelakaan terjadi di jalan umum wilayah Desa Mlawang, ketika Bus Bagong bernomor polisi N-7944-UG melaju dari arah utara ke selatan. Di saat bersamaan, dump truck N-8576-YH datang dari arah berlawanan. Benturan tak terhindarkan ketika bus diduga mengambil jalur terlalu ke kanan saat mendahului kendaraan lain.
Kanit Laka Lantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, mengungkapkan bahwa kecelakaan dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengemudi bus terhadap arus lalu lintas dari arah berlawanan.
“Bus mencoba mendahului namun terlalu mengambil ke kanan, sehingga pada saat bersamaan dump truck dari arah berlawanan tidak bisa menghindar. Benturan terjadi di bagian depan kedua kendaraan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka-luka. Pengemudi bus, Abdullah (46), warga Jember, mengalami luka di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RSU dr. Haryoto Lumajang. Dua penumpang lainnya, Nora Yacheva (32) dan Djulianto Adi (50), mengalami luka pada kaki dan punggung, dan mendapatkan perawatan di Klinik Husada Klakah.
Sementara itu, pengemudi dump truck, Bambang Supriyadi (35), dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp5 juta. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi di lokasi.
“Langkah cepat sudah kami lakukan, termasuk evakuasi korban dan kendaraan, serta pengumpulan keterangan saksi. Saat ini kasus masih dalam penanganan lebih lanjut,” tambah Ipda Dendy.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi para pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat mendahului di jalur minim penerangan. Kesalahan sepersekian detik di jalan raya, terbukti bisa berujung pada tragedi yang nyaris merenggut nyawa (Red).
Editor : Redaksi