Kemanusiaan

TNI Turun Tangan, Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak di Pelosok Lumajang

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan hunian.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan hunian.

LUMAJANG – Peran TNI di daerah kembali terlihat nyata, tak hanya menjaga pertahanan, tetapi juga hadir langsung membantu kesejahteraan masyarakat. Di Dusun Pondok Kobong, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, prajurit TNI turun tangan membangun rumah layak huni bagi warga kurang mampu.

 

Babinsa Kedungrejo Koramil 0821-16/Rowokangkung, Serka Riono Asnan bersama anggota, bahu-membahu memasang dinding batako setinggi tiga meter di rumah milik Surti, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang menyasar masyarakat membutuhkan.

 

Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan, keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial adalah bentuk nyata kemanunggalan dengan rakyat.

 

“Rumah layak huni bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi kesejahteraan keluarga. TNI hadir untuk membantu masyarakat menciptakan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Menurutnya, hunian yang layak memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, hingga produktivitas ekonomi keluarga.

 

Sementara itu, Serka Riono Asnan menyebut kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral aparat kewilayahan.

 

“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan lancar agar warga segera menempati rumah yang lebih layak dan nyaman,” katanya.

 

Program Rutilahu ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa bisa dimulai dari kebutuhan paling mendasar. Kolaborasi antara TNI dan warga juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat desa.

 

Dari rumah yang layak, diharapkan tumbuh keluarga yang lebih sehat dan sejahtera menjadi fondasi bagi lahirnya desa yang kuat dan mandiri (Red).