Lewat Pelatihan Berkelanjutan
KBC IN-3 Lumajang Perkuat Nilai Ekologis dan Kebangsaan Melalui Pembelajaran Reflektif
Lumajang - Program INOVASI kembali melanjutkan langkah strategis pengembangan pendidikan di Kabupaten Lumajang dengan menggelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) IN-3 pada 19–20 Mei 2026 di Alka Cafe Lumajang. Kegiatan ini diikuti oleh 13 Kepala Madrasah dan 39 guru kelas yang mewakili 13 Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Lumajang, sebagai wujud nyata kerja sama berkelanjutan antara Program INOVASI dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang yang telah dimulai sejak Januari 2026.
Pelatihan ini difokuskan pada penguatan penerapan dua nilai utama, yaitu nilai ekologis dan nilai kebangsaan, yang diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam proses pembelajaran di madrasah. Melalui pendekatan ini, kurikulum tidak hanya bertujuan menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan dan mencintai tanah air.
Sejumlah narasumber berkompeten hadir untuk memberikan wawasan dan panduan teknis, antara lain Pengawas Madrasah Haryudi, Anhar Putra Iswanto selaku INOVASI Jatim Education Coordinator, serta Cut Ummu Athiyah dari Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan prinsip pembelajaran yang humanis dan reflektif sebagai dasar utama pembentukan karakter yang kuat pada anak didik.
Kegiatan tidak hanya berlangsung di dalam ruangan, tetapi juga menghadirkan sesi luar ruang yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman peserta melalui pengalaman langsung. Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah mindful walking atau berjalan penuh kesadaran tanpa alas kaki, yang bertujuan membangun kedekatan emosional dengan alam serta menumbuhkan kesadaran ekologis yang tinggi.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mempraktikkan metode 5-4-3-2-1, yaitu mengamati lima objek di alam, mendengarkan empat suara lingkungan, menyentuh tiga benda di sekitar, mencium dua aroma alam, serta merasakan satu objek secara langsung. Aktivitas ini melatih kepekaan indra, ketenangan batin, dan kesadaran bahwa lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan—sesuai dengan semangat cinta yang menjadi inti kurikulum ini.
Setelah mengikuti serangkaian materi dan praktik, seluruh peserta diminta membagikan pengalaman serta hasil refleksi mereka. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, kecintaan terhadap alam, dan rasa bangga terhadap bangsa.
Melalui pelatihan KBC IN-3 ini, diharapkan para pemimpin dan pendidik madrasah mampu menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dan konsisten di lingkungan masing-masing. Harapannya, hal ini akan melahirkan ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, peduli lingkungan, serta memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi.(Red)
Editor : Redaksi