Lumajang (lumajangsatu.com) - Kelompok penerima manfaat Program Kelurga Harapan (PKH) Desa Ranuyoso membuat kerajinan besek bambu. Para ibu-ibu tersebut ingin ikut mengurangi penggunaan bungkus plastik, karena menimbulkan pencemaran lingkungan.
Jauhari, pendamping PKH Desa Ranuyoso menyatakan, ada lima anggota PKH Desa Ranuyoso yang membuat besek bambu. Sumber daya alam di Ranuyoso sangat banyak bambu, sehingga dimanfaatkan untuk menjadi sumber pendapatan para ibu-ibu.
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Ini baru ada 5 anggota yang bergabung membuat kerajinan besek bambu," ujar Jauhari kepada Lumajangsatu.com, Senin (12/08/2019).
Pesanan yang terbanyak pemesanan besek saat hari raya Idul Adha dari panitia qurban. Sebab, ada hibauan dari pemerintah agar distribus daging qurban tidak menggunakan kantong plastik. "Kemarin yang paling banyak pesanan dari panitia qurban untuk dijadikan wadah daging qurban," jelasnya.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Karena produksinya masih sedikit, maka banyak pesanan yang harus ditolak. Para pengrajin akan bekerjasama dengan UMKM agar prodaknya menggunkan besek bambu dan tidak lagi menggunakan bungkus plastik.(Yd/red)
Editor : Redaksi