Diduga Karena Sengon

Panen Buah Pete di Ranuyoso Menurun Hingga 70 Persen

lumajangsatu.com
Pete menjadi salah satu buah yang diminati sebagai masakan

Lumajang (lumajangsatu.com) - Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang menjadi salah satu penghasil buah-buahan. Salah satunya menjadi penghasil buah pete yang sangat diminati oleh masyarakat.

Bahkan, di Ranuyoso memiliki dua pasar buah seperti pete, apukat, nangka, pisang, kelapa dan lainnya. Namun, 7 tahun terakhir banyak pohon pete di Ranuyoso yang mati atau tidak lagi produktif.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

Hamedi, salah seorang warga Meninjo Kecamatan Ranuyoso menyatakan pete-pete di pasar buah Ranuyoso saat ini bukan murni dari Ranuyoso saja. Namun lebih banyak dari Kabupaten Probolinggo yang dibawa tengkulak untuk dijual di pasar buah Ranuyoso.

"7 tahun terakhir banyak pohon pete milik petani yang mati atau tidak produktif lagi," papa Hamedi, Senin (12/08/2019).

Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi

Dugaan habisnya pohon pete di Ranuyoso diakibatkan karena banyak pohon sengon. Dimana, pohon sengon yang sangat rakus air dan unsur hara, sehingga kebutuhan air dan hara pohon pete diambil oleh sengon. "Kita duga karena banyak pohon sengon ya," jelasnya.

Meski sudah tidak lagi banyak pohon pete di Ranuyoso, namun pasar buah Ranyoso tidak pernah sepi. Sebab, pasar Ranuyoso sudah menjadi media para pedagang untuk menjual dagangannya hingga keluar daerah.

Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang

"Menangnya Ranuyoso karena punya pasar buah mas, sehingga seakan-akan yang dijual di pasar itu adalah buah Ranuyoso, padahal tidak," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru