Lumajang (lumajangsatu.com) - Wilayah Lumajang utara tidak hanya rawan maling sapi dan aksi cukit jendela, namun juga rawan pencurian rumput. Terlebih lagi saat musim kemarau, rumput untuk pakan ternak semakin memipis.
Akibatnya, oknum warga yang tidak bertanggung jawab mengambil rumput dilahan yang bukan haknya alias mencuri. Rumput-rumput yang dicuri biasanya jenis rumput gajah yang memang ditanam oleh warga untuk kebutuhan pakan ternak.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Ranuyoso Pantau Penanaman Jagung Program Asta Cita
"Saya dengar rumput milik paman saya ada yang mencuri, biasanya sering terjadi saat musim kemaru ini," ujar Rokhmad, salah seorang warga Meninjo Kecamatan Ranuyoso, Kamis (29/08/2019).
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Biasanya, para pencuri rumput itu akan beraksi saat jam-jam sepi seperti habis magrib atau subuh. Rumput yang dicuri bukan untuk dijual, tapi dijadikan pakan ternak si pencuri.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Biasanya sih jam-jam saat magrib atau subuh, waktu rawan terjadinya pencurian rumput," pungkasnya.
Aksi pencurian rumput bagi warga sudah menjadi hal biasa karena dianggap tidak begitu merugikan. Biasanya, para maling mengambil rumput dalam jumlah yang sedikit untuk pakan ternaknya.(Yd/red)
Editor : Redaksi