Lumajang (lumajangsatu.com) - Korban perusahaan Q-NET satu persatu terus menjerit melalui berbagai macam postingan di media sosial. Seperti akun @Anessosoito, ia menceritakan di facebook group 'Sahabat MAS' bahwa dirinya adalah salah satu korban yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ia berani mengatakan bisnis Q-NET adalah penipuan karena sejak dalam presentasi mereka sudah merangkai kebohongan agar orang-orang yang hadir dalam presentasi tersebut percaya sehingga mereka nekat melakukan apa saja demi bisa mendapatkan uang untuk bergabunh di perusahaan tersebut.
Baca juga: Kesepakatan Bersama Tiket Masuk Tumpak Sewu Semeru Lumajang 100 Ribu Per Wisatawan
Para leader di Q-NET mengajari calon anggotanya untuk melakukan utang, gadai, maupun menjual barang berharga yang dimiliki agar mendapatkan uang untuk bergabung dengan perusahaan tersebut. Bahkan ada juga calon anggota yang berani mencuri barang barang milik orang lain untuk memuluskan jalan ke perusahaan Q-NET.
Baca juga: Dam Boreng Hampir Rampung, Air Akan Aliri Ratusan Hektar Persawahan di Lumajang
Penulis menceritakan, dirinya pernah membawa kasus ini ke pihak Polda Sulawesi Utara. Namun sang penulis menjelaskan, kasus tersebut tak pernah diselesaikan oleh pihak polda tersebut karena adanya salah satu oknum PT Q-NET yang juga berdinas di Polda Sulawesi Utara.
Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga putra daerah asli kota Makassar menerangkan pihaknya akan terus melanjutkan investigasi kasus tersebut.
Baca juga: Diterjang Ombak, Akses Jalan Alternatif Pasirian-Tempursari Lumajang Putus Total
"Tim Cobra tak akan pandang bulu, kami akan terus mengumpulkan bukti terkait agar para pelaku yang bermain di balik kasus ini dapat tertangkap satu persatu. kami mohon doanya kepada masyarakat Indonesia" tegas pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran tahun 2010 di kota Bandung tersebut jurusan hukum bisnis. (res/ls/red)
Editor : Redaksi