Lumajang (lumajangsatu.com) - Bunga bangkai miliki warga RT/07 RW/07 Kelurahan Citrodiwangsan mulai layu. Bunga berbau busuk itu ternyata hanya bertahan tiga hari dan pada hari ke empat sudah layu dan tidak menarik lagi.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
"Hari Jum'at sore mekar mas dan Senin sore sudah layu tidak menarik lagi," ujar Nisa Alsena, pemilik bungai bangkai," Senin (14/10/2019).
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Saat pertama kali mekar, baunya sangat busuk seperti bau telur busuk. Bahkan, kelopak bunga banyak dihinggapi lalat besar, karena baunya sangat menyengat.
Agar tidak tercium hingga jauh, bunga bangkai dibungkus dengan plastik. Baru pada hari kedua baunya sudah tidak begitu menyengat dan banyak anak-anak yang melihat, karena masuk jenis bunga langka.
"Hari pertama saya bungkus plastik. Hari kedua baru banyak yang lihat karena baunya sudah tidak begitu menyengat," jelasnya.
Bunga bangkai dengan ukuran tinggi 72 cm, lebar bunga 40 cm dan diameter umbi 72 cm berasal dari umbi yang disebut suweg. Biasanya, umbi suweg akan muncul bunga saat musim kemarau.(Yd/red)
Editor : Redaksi