Randuagung - Mursam (64) sebelumnya ditulis Marsam warga Kalidilem tewas bersimbah darah dengan luka dibagian leher dan pundaknya Sabtu (16/11). Korban sekitar pukul 22.15 berpamitan hendak ke toiltt masjid di depan rumah tempat cangkruk korban dan sejumlah warga.
"Jadi korban ini ikut tahlil dan cangkruk hingga jelang tengah malam," ujar AKBP Arsal Sahban SIK, Kapolres Lumajang, Minggu (17/11/2019).
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Setelah acara cangkruk'an bubar, korban pergi ke toilet masjid. Tiba-tiba terdengar suara seperti keributan. Setelah saksi keluar, sudah melihat korban terkapar bersimbah darah di tengah jalan. "Saksi hanya mendengar ada suara seperti keributan," paparnya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Dari hasil otopsi, korban mengalami dua luka potong di leher kiri dan pundak. Info yang dikumpulkan oleh polisi, korban diduga memiliki ilmu hitam (santet) yang telah menewaskan sejumlah orang yang pernah didatanginya.
"Namun ini sebatas dugaan masyarakat saja. Kita amat menyesalkan adanya pembunuhan ini," terang Arsal.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Polisi hingga kini masih terus melakukan upaya penyidikan untuk mencari siapa pelaku pembunuhan. Keluarga korban juga belum datang ke Polres Lumajang untuk memberikan keterangan. "Kita terus berupaya ungkap siapa pelakunya," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi