Lumajang- Lebaran kurang beberapa hari lagi. Tradisi di saat lebaran memang banyak sekali, salah satunya membuat jajanan untuk disuguhkan bagi tamu yang datang untuk bersilaturrahmi. Seperti yang telah dilakukan oleh Sulastri warga Dusun Tukum Kidul Desa Tukum RT 36 RW 13 yang memilih tidak membeli jajanan yang sudah jadi dan lebih memilih untuk membuatnya sendiri.
Mak Iti sapaan akrabnya, sudah melakukan hal tersebut dari beberapa tahun lalu namun hanya sekali di setiap akan memasuki momen lebaran. Ia juga dibantu keluarganya dalam membuat jajanan lebaran, terlebih ditengah pandemi Covid 19 jajanan yang dijual di pasaran harganya semakin mahal.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Kalau membeli di luar dapatnya sedikit dan harga jelas mahal. Kalau membuat sendiri hasilnya banyak mbak" Ujar Sulastri.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Berbagai jajanan lebaran sudah tersulap dengan rapi melalui tanganya, mulai dari nastar, castenger hingga putri salju. Dan semuanya tidak kalah enak dengan yang dijual di pasaran. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi