Lumajang - Setelah usai menerima tuntutan serta penandatanganan tuntuntutan, Cak Thoriq dan Bunda Indah diajak aktivis organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan doa bersama, Kamis (24/09/2020).
Permintaan pendemo supaya Cak Thoriq dan Bunda Indah melakukan doa bersama di tengah jalan, tanpa ragu dituruti Cak Thoriq dan Bunda Indah. Lumajang dijauhkan orang -orang jahat lebih mementingan kelompok untuk merongrong pembangunan.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Cak Thoriq dan Bunda Indah duduk beralaskan kertas manila, bareng dengan pendemo yang duduk menutup jalan depan kantor bupati Lumajang.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
"Bentuk kesatuan rakyat dengan pemerintah, tapi yaa begitulah bapak bupati masih beralaskan kertas manila sedangkan pendemo setia tanpa alas,"ungkap Andrik salah satu massa aksi.
"Mungkin pak bupati masih mau rapat atau ada agenda," ungkap salah satu massa aksi yang tidak diketahui namanya.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Doa bersama dipimpin oleh Ketua 3 PC PMII Lumajang Zakaria Husni. (Oky/ls/red)
Editor : Redaksi