Lumajang - Kasus penipuan kembali terjadi kini menimpa Siti Maisyaroh (27) warga Desa Tukum Kecamatan Tekung uang sebesar 68juta raib digondol rekan bisnisnya Hayuk Mardiyah (20) warga Dusun Rego Desa Karangbendo Kecamatan Tekung .
Siti Maisyaroh mengadu kepada Polres Lumajang agar bisa menyelesaikan perkara ini, dimana sebelumnya dia bekerja sama menjalankan bisnis Skincare dengan Hayuk. Namun ketika pembayaran hasil jualan tersebut malah mogok ditengah jalan, awalnya lancar kemudian mengalami tunggakan hingga terhitung satu bulan Hayuk tak menyetorkan uang hasil jualan tersebut.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Sebenarnya awal bulan Maret ini pelunasan tapi sampai satu bulan tidak ada itikad baik" Kata Saro.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Ditempuh jalan mediasi juga tak membuahkan hasil hingga pelapor melangkahkan kaki ke jalur hukum. Dia hanya menginginkan uangnya kembali karena pihak keluarga sudah tak mau tau.
Kasus penipuan ada di mana-mana. Sayangnya, banyak korban penipuan yang enggan melaporkan kasusnya ke polisi. Salah satu penyebabnya adalah malu dan takut bayar padahal laporan ke Polres Lumajang tidak bayar sepeserpun.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Menurut Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo S, Kom bahwa laporan ke Polres itu gratis, jadi bagi masyarakat silahkan lapor tanpa ada biaya sepeserpun. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi