Lumajang - Nur (23) warga Desa Sawaran Lor Kecamatan Klakah rela ikut komplotan begal lantaran sakit hati ke mantan pacar yang merupakan korban, dia melakukan aksinya bersama ketiga temannya di Ranu Klakah Kecamatan Klakah pada tanggal 14 Juli 2020.
Selain sakit hati Nur terpaksa melakukan hal tersebut lantaran himpitan ekonomi, sedangkan dirinya berstatus janda beranak dua. Otak dari kejadian ini yaitu Ari yang saat ini berstatus DPO.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Lumayan dikasih 700 ribu dari hasil pembagian, namun sayangnya saya tidak dapat apa-apa karena keburu ditangkap" Ujar Tersangka Nur saat diintrogasi para awak media di Mapolres Lumajang (30/4/2020).
Nur saat itu bertugas sebagai pemancing korban dan diajak untuk bertemu di Ranu Klakah. Setelah korban bertemu dengan Nur tiba-tiba Muhammad, Sainal, dan Ari datang tanpa basa-basi lalu melakukan pembegal terhadap korban.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Saat itu korban dianiaya dengan sebilah celurit yang masih tertutup rangka. Kemudian komplotan begal itu langsung kabur dengan menggondol motor korban.
Tersangka yang baru di amankan 3 orang. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto seno beharap semoga dalam waktu dekat 1 tersangka Ari yang masih buron segera tertangkap.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
"Dari 4 komplotan ini tinggal satu orang yang masih buron" kata AKBP Eka Yekti.
Sebelumnya Polisi sudah mengamankan kedua pelaku yaitu Sainal dan Muhammad. Betis keduanya sama-sama dihadiahi peluru panas polisi. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi