Lumajang - Dua bulan lebih Polres Lumajang mendalami kasus dugaan penimbunan pupuk bersubsidi sebanyak 7 ton di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah. Akhirnya polisi menetapkan tersangka atas nama Jamaluddin (43) yang notabene pemilik dari kios tersebut.
Meskipun sebelumnya polisi sudah memeriksa tiga orang yang berstatus saksi atas nama Jamaluddin, Agus Wahyudi, dan Faruq. Diketahui, Jamaluddin adalah pemilik kios pupuk Amanah. Sedangkan dua orang lainnya adalah sopir truk.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Tempursari Semarakkan Kemerdekaan dengan Bagikan Bendera ke Pengendara
" Dari status saksi naik jadi tersangka yaitu Jamaluddin" kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Kapolres Lumajang Ajak Mahasiswa Rawat Kebhinekaan di Tengah Polarisasi Ruang Digital
Sebelumnya polisi menggerebek kios tersebut pada hari Sabtu, (13/11/2021) tersangka Jamalludin kedapatan menimbun pupuk bersubsidi, kemudian menjualnya ke petani di atas harga eceran yang ditetapkan pemerintah. Padahal, menurut aturan Menteri Pertanian, pupuk bersubsidi hanya bisa dijual untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani.
Baca juga: 150 Buruh Pabrik Rokok di Lumajang Terima BLT DBHCHT, Bupati: Semoga Ringankan Beban Keluarga
Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 7 tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.(Ind/yd/red)
Editor : Redaksi