Miliki Nilai Sejarah Zaman Penjajahan

Lumajang Mbiyen di PG Jatiroto Ingatkan Masa Royalan Buka Giling

lumajangsatu.com
Loemadjang Mbiyen #3 di kawasan PG Jatiroto

 

 

Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan

Jatiroto - event Loemadjang Mbiyen #3 digelar di PG Jatiroto Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang. Kegiatan event tahunan tersebut bersamaan dengan acara petik tebu atau manten tebu sebagai tanda telah dimulainya buka giling di Pabrik Gula yang didirikan sekitar abad 20an masa penjajahan Belanda tersebut.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan kegiatan tersebut ingin menarik memori ingatan masyarakat Lumajang saat buka giling selalu ramai dengan berbagai kegiatan. Mulai pameran, acara kesenian dan banyak pedagang yang berjualan yang biasa disebut dengan Royalan.

Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot

“Kita ingin mengajak masyarakat mengingat memori saat buka giling di zaman dulu selalu ramai dengan berbagai kegiatan yang biasa disebut dengan royalan,” terang cak Thoriq, Sabtu (06/05/2023).

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyatakan Loemadjang Mbiyen di PG Jatiroto adalah kedua kalinya. Nantinya, akan dicarikan alternatif tempat lain yang memiliki nilai sejarah.

Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA

Namun, yang paling penting dari kegiatan tersebut adalah ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal itu bisa terlihat dari banyaknya UMKM dan PKL yang berjualan dan terlihat semua dagangannya laris manis.

“Kita akan carikan alternatif lokasi lain untuk Loemadjang Mbiyen yang tentunya memiliki nilai sejarah,” pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru