Lumajang – Di kawasan Jl. Abu Bakar, Kelurahan Citrodiwangsan, Ditotrunan, Lumajang, ada satu jajanan sederhana yang selalu ramai diburu, terutama saat siang hingga larut malam. Namanya Cilot Pak Bawi, jajanan gurih kenyal yang kini jadi favorit berbagai kalangan.
Setiap hari, Pak Bawi mulai berjualan dari pukul 11.00 siang hingga sekitar pukul 24.00 malam. Menariknya, lokasi dagangan Pak Bawi tidak selalu sama. Ia kerap menyesuaikan tempat mangkal sesuai dengan situasi, sehingga pelanggan harus sedikit jeli untuk menemukan keberadaan gerobaknya.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Alasan Pak Bawi memilih berjualan cilot cukup sederhana. Menurutnya, bahan pembuatannya tidak sulit dan tidak memerlukan mesin khusus. Cukup dengan adonan sederhana, jajanan ini bisa disajikan dengan cepat. Meski simpel, cita rasa cilot selalu berhasil menarik hati pembeli.
Tak hanya cilot, Pak Bawi juga menghadirkan beragam menu pelengkap seperti tahu bakso, gorengan, dan aneka camilan lain yang tak kalah diminati.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Harga yang ramah di kantong membuat jajanan ini bisa dinikmati semua kalangan, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa yang sekadar mencari camilan malam.
"Cilot itu murah, gampang dibuat, dan banyak disukai orang. Jadi saya senang bisa jualan ini setiap hari," ungkap Pak Bawi sembari melayani pembeli yang antre.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
Cilot Pak Bawi kini bukan hanya sekadar jajanan, melainkan juga bagian dari keseharian masyarakat Lumajang. Dengan rasa gurih kenyal dan suasana hangat di sekitar gerobaknya, camilan ini menjadi pilihan pas untuk menemani waktu santai, baik siang maupun tengah malam. (adi/red)
*Artikel ditulis oleh Adi Cahya Ageng Ramadhani (Pelajar PPL SMKN 1 Lumajang)
Editor : Redaksi