Gandeng Semua Pihak

Layanan Gratis dan Kesadaran Kolektif Perkuat Perlawanan Cegah Kanker di Lumajang

Reporter : Babun Wahyudi
Pelayanan pemeriksaan gratis oleh Dinas Kesehatan Lumajang

Lumajang - Program pemeriksaan kanker di Lumajang menunjukkan bagaimana akses layanan gratis, edukasi komunitas, dan kesadaran kolektif bersinergi untuk membangun masyarakat yang proaktif terhadap kesehatan.

Dinkes P2KB Lumajang menyediakan pemeriksaan HPV-DNA untuk kanker serviks, IVA, dan kanker payudara secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah. Hari ini, secara simbolis 50 perempuan diperiksa di Puskesmas Rogotrunan dan 20 peserta di Puskesmas Sukodono.

Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Marshall Trihandono, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar layanan medis. “Setiap perempuan yang memeriksakan diri turut menjadi bagian dari gerakan kolektif melawan kanker. Kesadaran bersama ini menyelamatkan nyawa dan keluarga,” ujarnya saat membuka Skrining HPV DNA bersama PKK Lumajang, bertempat di Aula Puskesmas Rogotrunan Kabupaten Lumajang, Selasa (21/10/2025).

Program ini melibatkan kader PKK Lumajang sebagai penggerak edukasi di masyarakat. Mereka memastikan perempuan tidak hanya menerima layanan, tetapi juga memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker.

Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot

dr. Marshall menambahkan, layanan gratis yang dikombinasikan dengan edukasi komunitas mendorong perempuan di Lumajang untuk aktif menjaga kesehatannya.

“Deteksi dini adalah tanggung jawab bersama. Semakin banyak yang sadar, semakin besar peluang menekan angka kematian akibat kanker,” ujarnya.

Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA

Dengan sinergi ini, perempuan di Lumajang tidak hanya terlindungi secara medis, tetapi juga terlibat dalam gerakan komunitas melawan kanker, menjadikan pencegahan kanker sebagai budaya yang berkelanjutan.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru